Teks Eksposisi : Pengertian , Contoh, Kaidah dan Ciri-cirinya

Mediasiana.com - Pengertian Teks Eksposisi : Teks Eksposisi adalah sebuah paragraf atau sebuah karangan yang mengandung sebuah informasi maupun sebuah pengetahuan yang digambarkan dalam bentuk yang singkat, jelas dan padat. Pada paragraf eksposisi ini biasanya bersifat ilmiah dan bisa dikatan bahwa pernyataan ini bersifat fakta atu non fiksi. Biasanya teks eksposisi ini membahas tentang ekonomi, politik, pendidikan dan lainnya. Jadi, tujuan teks eksposisi ini adalah untuk memberikan sebuah informasi yang dapat menambah pengetahuan bagi para pembacanya.


Pengertian Teks Eksposisi

Ciri -ciri Teks Eksposisi


Untuk mengetahui teks eksposisi, maka ada beberapa ciri-cirinya sebagai berikut :
  • Biasanya teks eksposisi ini berisi sebuah ajakan kepada para pembaca untuk melakukan suatu hal seperti halnya sebuah teks iklan. 
  • Teks eksposisi ini kalimatnya padat, jelas dan singkat. 
  • Karena teks eksposisi ini biasanya adalah menjawab suatu pertanyaan perihal kapan, siapa, apa, mengapa, dimana dan bagimana.

    Struktur Teks Eksposisi

    Struktur Teks Eksposisi ada tiga bagian yaitu pada bagian Pernyataan atau Pendapat (tesis), Argumentasi, Pernyataan atau Penegasan ulang yang berupa Pendapat (reiteration).

    Ada tiga bagian dalam Struktur teks Eksposisi berikut penjelasannya :


    1. Judul

    Judul pada teks ekposisi biasanya menggambarkan sesuatu yang akan di bahas di dalam tesk tersebut. Dalam menulis teks eksposisi hendaknya ditulis dengan kata-kata yang padat, singkat, bermakna dan juga menarik.

    2. Pernyataan Umum (Tesis)

    Pada bagian ini teks eksposisi berfungsi sebagai penghayatan bagi para pembacanya. Dengan demikian teks eksposisi ini dapat memperkenalkan topik dan sekaligus untuk menempatkan pembaca pada posisi tertenu, sehingga pembaca berada pada posisi yang sependapat dengan si penulis tulisan tersebut. Sehingga teks eksposisi ini bisa dikatakan sebuah tulisan yang mensugesti seseorang, sehingga orang tersebut terbawa suasana hati dan pikirannya untuk setuju dan membenarkan apa yang ditulis oleh penulis tersebut pada bacaan yang dibacanya, seperti halnya sebuah teks iklan.

    3. Argumentasi

    Pada bagian yang ketiga untuk teks eksposisi adalah sebuah argumen atau alasan. Jadi pada bagian ini Anda akan lebih menuliskan sebuah garis besar dari pembahasan atau pernyataan pada bagian dua diatas. Kalian akan lebih banyak untuk menjabarkan argumen yang dibahas pada bagian pernyataan dalam bentuk paragraf-paragraf dan mengembangkan sebuah pernyataan diatas menjadi sebuah sajian yang menarik dan garis besarnya saja.

    4. Penegasan Ulang atau Pendapatn (Kesimpulan)

    Pada bagian yang ke empat adalah Penegasan Ulang atau Pendapatn (Kesimpulan). Jadi dalam hal ini kalian hanya diminta untuk menuliskan hasil dari pembahasan atau argumen diatas. Jadi pemgulangan ini berdasarkan argumen yang telah di sajikan dalam bagian yang sebelumnya. Pengulangan opini ini juga bersifat pilihan, sehingga tak semua teks eksposisi memilikinya.

    Untuk Teks Eksposisi ini ada beberapa jenis yang perlu Anda ketahui di antaranya sebagai berikut :
    • Teks eksposisi definisi : adalah suatu paragraf yang memaparkan atau menjelaskan suatu definisi pada suatu topik tertentu
    • Teks eksposisi proses : adalah teks yang berisi suatu langkah - langkah ataupun cara-cara untuk melakukan sesuatu dari awal sampai akhir atau selesai
    • Teks eksposisi klasifikasi : adalah sebuah paragraf yang membagi sesuatu dan kemduian mengelompokannya ke dalam kategori-kategori tertentu. 
    • Teks eksposisi pertentangan : adalah teks yang berisi hal pertentangan akan suatu hal dengan yang lainnya
    • Teks eksposisi Ilustrasi : adalah teks yang isinya memaparkan suatu informasi ataupun suatu penjelasan-penjelasan tertentu dengan cara memberikan sebuah gambaran yang sederhana dalam suatu topik dengan topik lainnya yang masih memiliki kesamaan sifat ataupun ada kemiripan dalam hal-hal tertentu.
    • Teks eksposisi Analisis : adalah Teks yang berisi pembahasan suatu hal yang dilakukan, kemudian menguraikannya kembali menjadi beberapa bagian
    • Teks eksposisi perbandingan : adalah teks eksposisi yang mana gagasan utamanya itu disajikan dengan cara membandingkan dengan teks yang lainnya.
    • Teks eksposisi laporan : adalah suatu paragraf eksposisi yang berisi suatu teks dimana teks ini mengemukakan laporan dari sebuah berita ataupun hasil penelitian tertentu.

      Unsur Kaidah Dalam Penulisan Teks Eksposisi


      Ada beberapa langkah dalam menulis teks eksposisi, sebagai berikut.
      • Hendaknya Sudah Menentukan topik yang akan disajikan
      Adapun untuk langkah yang pertama yang harus Anda lakukan pada saat membuat teks eksposisi adalah menentukan sebuah tema. Dengan Anda menentukan sebuah tema, maka Anda akan lebih terfokus menulis sesuai pada tema tersebut, sehingga isi tulisan ini akan dapat lebih menjiwai dari apa yang Anda pikirkan dengan menuangkannya dalam bentuk sebuah tulisan. Adapun untuk sifat topik-topik yang bisa dikembangkan dalam teks eksposisi adalah sebagai berikut.
      • Menentukan tujuan eksposisi itu sendiri
      Setelah Anda menentukan sebuah topik yang nantinya akan dipaparkan, Anda juga harus memiliki tujuan, yang mana tujuan tersebut nantinya akan memberikan sebuah penjelasan dan pemahaman kepada para pembaca.
      • Memilih data yang akan ditulis sesuai dengan tema
      Setelah Anda telah menentukan sebuah tema dan tujuan penulisan, maka untuk langkah selanjutnya adalah Anda juga harus mengumpulkan data-data atau bahan yang dirasa diperlukan dalam menyusun sebuah tulisan teks eksposisi. 

      Anda juga bisa memperoleh bahan-bahan atau data-data dari pencarian di internet, surat kabar, buku, majalah, maupun melakukan wawancara langsung.
      • Membuat kerangka karangan teks eksposisi
      Sebelum Anda pembuatan sebuah karangan teks eksposisi, alangkah baiknya  untuk terlebih dahulu Anda membuat sebuah kerangkanya secara lengkap dan juga sistematis.
      • Pembahasan dengan mengembangkan kerangka karangan teks eksposisi
      Setelah Anda susun kerangka karangan teks eksposisinya, maka Anda dapat mengembangkannya secara lebih lengkap lagi, agar ciri-ciri teks eksposisi ini dapat tersalurkan, atau meng eksposisikan secara objektif, logis dan informatif. Dalam sebuah karangan ini, pengarang hendaknya lebih menjelaskan maksud dari topik yang dibahasa itu dengan menyertakan sebuah bukti-bukti yang konkret, hal ini sebagai penunjang dari pembahasan itu sendiri.
      • Membuat Sebuah Kesimpulan
      Sesuai dengan tujuan dalam menuliskan sebuah karangan teks eksposisi, maka kesimpulan juga harus sejalan, bahkan kesimpulan yang ada harus memperkuat tesis tersebut.

      Unsur kebahasaan Dalam Teks Eksposisi

      • Pronomina
      Mungkin kalian sudah pernah dengar kata-kata ini. Pronomina atau kata ganti adalah sebuah jenis kata yang menggantikan nomina atau sebuah frasa nomina. Pronomina ini dapat diklasifikasikan menjadi dua macam yaitu pronomina nonpersona. dan pronomina persona
      • Pronomina Nonpersona (kata ganti bukan orang) adalah Pronomina Penunjuk contohnya seperti itu, sini, situ, sana, ini. dan pronomina penanya contohnya seperti mana, siapa, apa.
      • Pronomina Persona (kata ganti orang) adalah Persona Tunggal. Contohnya seperti ia, dia, aku, saudara, -nya, -mu, -ku, si- anda, kamu., dan Persona Jamak Contohnya seperti kita, mereka, hadirin, para, kami, kalian.

      Nomina dan Verba

      • Nomina (kata benda)
      Merupakan sebuah kata yang mengacu pada sifat atau wujud benda, baik nyata maupun abstrak. Dalam sebuah kalimat Nomina ini mempunyai kedudukan sebagai subjek. Kalau dilihat dari bentuk dan juga maknanya maka ada yang berbentuk nomina dasar ataupun nomina turunan. Nomina dasar contohnya seperti gambar, rumah, pisau. Nomina turunan contohnya perbuatan, pembelian, meja, kekuatan, dll.
      • Verba (kata kerja)
      Merupakan sebuah kata yang mengandung sebuah makna dasar perbuatan, proses, atau keadaan yang bukan sebuah sifat. Dalam sebuah kalimat biasanya  berfungsi sebagai predikat.
      • Konjungsi
      Kata penghubung atau (konjungsi). Contohnya seperti pada kenyataannya, lebih lanjut. Untuk memperkuat argumentasi, kemudian, kata hubung atau konjungsi dapat dimanfaatkan. Dalam konteksnya pengajuan pendapat tentang adanya kebijakan bahasa ASEAN itu, dalam hal ini penulis menghubungkan argumentasi dengan sebuah kata hubung pada kenyataannya, lebih lanjut dan kemudian. 

      Idealnya, argumentasi ini tidak disajikan secara acak. Biasanya kata hubung seperti ini dapat digunakan untuk menata sebuah argumentasi dengan cara mengurutkan dari yang paling kuat menuju ke yang paling lemah atau sebaliknya.

      Agar Anda tidak bingung, akan saya berikan contoh teks eksposisi, yuk simak pada ulasan berikut ini:

      Contoh Teks Eksposisi


      Mie Instan "Murah, Cepat, Lezat"

      Murah, cepat, dan lezat. Kata-kata tersebut menggambarkan sebuah makanan yang bernama "Mie Instan". Mie instan sangat terkenal dan digemari semua kalangan, terutama kalangan anak muda yang tinggal di rumah kost. Mie instan sangat digemari karena rasanya yang lezat dan harganya yang sangat terjangkau.

      Mie instan sangat digemari karena dibuat dalam aneka rasa. Ada mie instan dalam bentuk mie goreng, ada juga mie instan dalam bentuk mie kuah. Rasa yang tersedia antara lain rasa soto ayam, kari ayam, , ayam bawang, dan rendang. Mie instan juga dapat dimasak dengan berbagai cara yang membuatnya makin lezat, dan makin mengenyangkan. Contohnya adalah Internet (Indomie Telur dan Kornet) yakni cara memasak mie instan dengan menambahkan telur dan kornet sebagai pelengkap. Lalu, ada Mie Kuah Susu, yakni mie instan yang dimasak dengan susu sapi.

      Namun disamping rasanya yang lezat, mie instan sangatlah tidak baik untuk dikonsumsi dalam jumlah yang banyak dan terus menerus. Mie instan mengandung MSG, Natrium, dan lilin. Bahan bahan tersebut jika dikonsumsi secara banyak dan terus menerus akan menimbulkan penyakit bagi tubuh, karena biasanya bahan-bahan tersebut terutama lilin, sulit dicerna bagi tubuh. Memakan mie instan secara terus menerus juga telah terbukti dapat menurunkan kemampuan otak

      Jadi, memakan mie instan mempunyai sisi baik dan sisi buruk. Sisi baiknya adalah, mie instan sangat cocok bagi kalangan yang ingin memakan makanan yang lezat, mengenyangkan, cepat, dan harganya sangat terjangkau. Mie instan juga dapat divariasikan dengan berbagai macam bahan pelengkap, yang membuatnya semakin menarik untuk dimakan. Sisi buruknya adalah mie instan tidak baik untuk kesehatan jika dikonsumsi terlalu lama. Maka, disarankan untuk memakan mie instan dengan porsi yang wajar. Misalkan kita memakan mie instan hanya satu kali dalam sebulan.


      Contoh Teks Eksposisi dalam sebuah Pidato :

      Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

      Selamat siang dan salam sejahtera bagi kita semua.

      Teman-teman yang berbahagia marilah kita panjatkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan rahmat serta karunianya kita dapat berkumpul di ruang kelas ini.


      Pada kesempatan hari ini saya akan membacakan sebuah pidato tentang sebuah makanan yang digemari semua kalangan, yakni mie instan. Mie instan digemari semua kalangan karena rasanya yang lezat, proses pembuatannya yang mudah dan cepat, dan terutama harganya yang sangat terjangkau. Hal tersebut menjadikan mie instan menjadi makanan semua kalangan

      Alasan lain mengapa mie instan sangat digemari adalah, mie instan dibuat dalam beraneka ragam rasa yang sangat menarik. Ada mie instan dalam bentuk mie goreng, ada juga mie instan dalam bentuk mie kuah. Rasa yang tersedia contohnya adalah rasa ayam bawang, rendang, kari ayam dan soto ayam. Mie instan juga dapat dimasak dengan cara yang beraneka ragam, dan juga ditambah bahan-bahan pelengkap yang membuat mie instan semakin lezat, menarik, dan mengenyangkan. 

      Diantara beberapa cara memasak mie instan, contohnya adalah Indomie Telor Kornet yakni mie kuah atau goreng yang dilengkapi dengan telur dan kornet. Contoh lainnya adalah Mie Kuah Susu, yakni mie kuah yang dimasak dengan susu sapi.

      Disamping rasanya yang lezat, mie instan sangatlah tidak baik bagi tubuh jika dikonsumsi dengan jumlah yang banyak dan terus-menerus. Mie instan tidak baik bagi tubuh karena mengandung bahan-bahan yang sulit dicerna bagi tubuh contohnya adalah lilin, natrium, dan MSG. MSG atau vetsin dapat merusak organ-organ tubuh jika dikonsumsi terlalu banyak.

      Kesimpulannya, mie instan sangatlah cocok untuk seseorang yang ingin makanan yang murah, lezat, dan cepat. Tetapi mie instan tidak baik bagi tubuh jika dikonsumsi terlalu banyak. Jadi, kita boleh mengkonsumsi mie instan namun dengan porsi yang wajar. Contohnya adalah kita hanya boleh memakan mie instan dengan jatah satu kali dalam sebulan.

      Demikian pidato ini dapat saya sampaikan, saya memohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan di hati teman-teman. Akhir kata, terima kasih atas perhatian teman-teman.

      Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


      Penutup

      Mungkin hanya itu saja yang dapat saya sajikan, semoga pembahasan ini dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan bagi pembaca semua. Sampai jumpa di pembahasan yang lainnya.

      Iklan Atas Artikel

      Iklan Tengah Artikel 1

      Iklan Tengah Artikel 2

      Iklan Bawah Artikel